Langsung ke konten utama

#1 I'm Asking, I'm Answering



A: Beritau aku, jika pendidikan berfungsi untuk mencerdaskan seseorang, mengajari dari yang tadinya tidak tau menjadi tau, kenapa dari awal seperti seleksi masuknya saja sudah menggugurkan orang yang ‘tidak tau’ dan hanya menerima yang ‘tau’?

B: Tentu saja harus ada penyeleksian sebelumnya. Karna kalau tidak bagaimana sekolah bisa menfilter orang yang lebih baik dan bisa mengikuti pembelajaran, lagi pula sekolah tidak punya banyak kuota untuk menampung semua anak, agar pembelajaran tetap dapat berjalan  efektif.

A: Lalu yang tidak terseleksi bagaimana? Bukankah menyeleksi dan mengumpulkan orang yang sama-sama punya kemampuan bagus di tempat yang sama malah membuat ketidak merataan?

Malah tercipta ketimpangan dimana ‘satu sekolah bagus di isi orang dengan kemampuan diatas rata-rata’ dan ‘sekolah yang kurang bagus di isi oleh orang yang dibawah rata-rata’?

B: Tujuan sebenarnya bukan untuk menggeneralisir orang yang diatas atau dibawah rata-rata seperti itu. Tapi sama seperti yang kamu pikirkan juga, lingkungan itu berpengaruh kan terhadap keberhasilan pembelajaran?

Jadi pengelompokan ini bertujuan untuk membantu mereka yang sudah mempunyai basic tertentu untuk dapat berkembang lewat lingkungan yang ada di level yang sama.

A: Saya setuju untuk itu, mereka berhak mendapat lingkungan belajar yang mendukung. Setidak nya mereka tidak akan terkena pengaruh buruk / bahkan tidak dapat berkembang jika dikumpukan dengan orang yang masih dibawah rata-rata.

Tapi setidak nya, apa harus sampai pengajar yang mempunyai kualifikasi dan kapabilitas yang lebih juga mengajar di tempat orang di atas rata-rata itu tadi? Sedangkan tempat belajar bagi orang di bawah rata-rata harus puas untuk diajar oleh pengajar yang tidak lebih bagus?

Coba beritau saya berapa banyak pengajar yang lulus dengan pendidikan bagus dan mempunyai kapabilitas lebih mau mengajar ditempat orang di bawah rata-rata? Yang saya tau, pengajar itu  selalu di pasok ke sekolah dengan orang yang di atas rata-rata tadi.

B: Tentu saja, setelah mereka lolos seleksi mereka harus mendapat kualitas pengajar yang baik pula, kalau tidak bagaimana mereka dapat lebih berkembang?

Emas harus diasah dengan alat yang bagus agar dapat lebih berharga, jika tidak bahkan emas itu tidak akan lebih bercahaya dari sebelumnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AU3

Pagi harinya, Hanna seperti biasa menaiki sepeda motor menuju sekolah. Dia selalu mempaskan waktu berangkat di pukul 6.15 am  agar tepat sampai di sekolah pukul 6.25 am.  Bukan untuk mengejar jam gerbang ditutup tapi untuk mempaskan waktu kedatangannya dengan pria yang menaiki motor Vespa berwarna abu-abu, Arjun. Selama setahun ini, Hanna sedikit banyak sudah hapal kebiasaan pria itu. Dan benar saja, saat Hanna sedang mencari tempat untuk memarkirkan motornya, dia bisa melihat motor Arjun yang baru memasuki halaman parkiran.  Kalau dulu, jika Hanna dan Arjun bertemu diparkiran mereka hanya akan berjalan ke kelas berjauhan, seolah tidak mengenal satu sama lain. Namun kali ini, saat Hanna selesai memakirkan motornya, Arjun lebih dulu memanggilnya. "Han! Barengin." Hanna pun tersenyum kecil sambil menunggu Arjun mendekat agar bisa ke kelas bersama. "Btw rumah lo dimana Han?" Tanya Arjun. "Di komplek permata Ar." "Lah serius? Si Jovan juga tin...

AU1

Hanna memasuki kelas barunya yang tertera plang XII MIPA 1. Kelas yang anak-anak lain bilang merupakan kelas unggulan karena ditempati oleh siswa yang memiliki nilai akademi dan non-akademik yang bagus serta tempat sekumpulan siswa yang sering orang bilang 'ambis'.  Hanna sendiri termasuk siswi rata-rata, tidak terlalu pintar dan tidak juga bodoh. Dia bisa masuk kelas MIPA 1 karena beruntung di kelas 10 sempat masuk ranking atas. Tidak ada yang berbeda saat memasuki kelas baru ini, semua murid sudah saling kenal karena merupakan teman yang sama seperti di kelas 11.   Suasana kelas sudah ramai dan hampir semua bangku telah ditempati oleh setiap siswa. Yang tersisa hanyalah bangku di deretan paling pojok kiri, baris ke dua. Hanna mendekat ke meja tersebut dan menaruh tas nya. Sejujurnya, dari tadi Hanna telah menjerit girang dalam hati. Jantungnya berdebar saat mengetahui orang yang duduk dibangku belakangnya merupakan Arjun dan teman baiknya Gio.  Sudah setahun...

Belajar ke Kampung inggris pare? Persiapkan ini sebelum kesana!

Kampung inggris pare adalah wilayah di daerah Kediri yang menjadi tempat oleh banyak orang untuk belajar bahasa inggris, setiap orang datang dari berbagai daerah lain di Indoneia dengan target, tujuan, dan waktu belajar yang berbeda. Bagi kamu yang juga mau atau akan segera kesana ada baiknya persiapkan hal-hal penting dibawah ini agar uang dan waktu yang sudah kalian korbankan bisa lebih dioptimalkan.