Langsung ke konten utama

Nostalgia: cukup untuk dikenang bukan diulang



Pernah ga kalian ngerasa kangen dengan tontonan kartun di minggu pagi? Ingin kembali ke zaman saat kalian sibuk mengoleksi kelereng atau mobil tamia untuk di adu dengan teman? Atau hal lainnya yang semasa kecil kalian lakukan?



Bikin rumah pohon, yuk? (IG: @dhanypratama)



Bernostalgia tentang masa lalu memang menyenangkan, seolah tak akan ada habisnya topik yang bisa dibicarakan. Tidak jarang juga celetusan "pengen banget balik lagi ke zaman itu" muncul di tengah pembicaraan. 

Walau kita menyadari bahwa kita ga akan bisa kembali, tapi terkadang-secara tidak sadar- kita suka mengusahakan keadaan yang sama seperti dulu, dengan harapan mengobatai kerinduan. 

Maksudnya dari mengusahakan itu yang seperti apa sih? Contohnya mungkin kejadian yang saya alami ini,

Pernah sewaktu-waktu saya ingin sekali menonton film kesukaan saya dimasa kecil. Namun ketika saya tonton lagi, isi cerita di film itu rasanya hambar. Kenangan keseruan saat menonton di jaman dulu tidak bisa saya nikmati lagi, walaupun film nya tidak berubah.


IG: (@dhanypratama)

Atau ketika mengunjungi kota tempat saya lahir dan besar yang sudah lama ditinggalkan, ketika kembali melihat tempat-tempat yang dulu sering saya kunjungi pun rasa nya berbeda. Jauh dengan ekspektasi menyenagkan yang saya kira akan terpenuhi saat mengunjungi nya kembali.

Saya jadi menyesal melakukannya. Karna ketika bernostalgia, kenangan yang indah dan menghangatkan hati otomatis muncul, namun ketika saya mencoba untuk mengulang masa lalu itu, malah jutru melahirkan ketidak puasan. Hasilnya malah merusak kenangan baik yang ada dipikiran.

Hal itu pula yang menyadarkan saya, sebenernarnya kita tidak sedang merindukan aktivitas atau tempatnya, tapi kita merindukan moment dan masa saat kita melakukan aktivitas tersebut dimasa lampau. 

Tempat atau pun orang yang kita rindukan mungkin akan tetap ada, tapi mereka tidak akan pernah sama seperti dulu. Mereka yang kita rindukan sebenarnya tetap hidup di masa lalu. Yang ada sekarang hanya orang yang berbeda namun tetap di tubuh yang sama. Yang tersisa hanya ingatan kita.

Memang tak ada salahnya mengingat masa lalu, bahkan untuk sebagian orang melakukan  kegiatan yang sama seperti waktu lampau mungkin akan membangkitkan semangat dan mengobati kerinduan. Namun mengusahaakan sesuatu agar kembali sama seperti dulu, sepertinya bukan ide yang baik.


Sesuatu yang pernah hadir di hidup kita punya batas waktu nya masing-masing

Karna kita tidak bisa kembali ke masa lalu, maka hiduplah dimasa sekarang. Nikmati kehidupan kita disaat ini. Jangan sampai terfokus pada masa lalu dan melupakan kehidupan yang harus kita jalani sebaik mungkin.

Walaupun dikehidupan sekarang kita sedang jatuh-bangun, bertahanlah! Justru kejadian pahit yang kita alami kadang menjadi cerita yang manis untuk dikenang, kan?






Komentar

Postingan populer dari blog ini

AU3

Pagi harinya, Hanna seperti biasa menaiki sepeda motor menuju sekolah. Dia selalu mempaskan waktu berangkat di pukul 6.15 am  agar tepat sampai di sekolah pukul 6.25 am.  Bukan untuk mengejar jam gerbang ditutup tapi untuk mempaskan waktu kedatangannya dengan pria yang menaiki motor Vespa berwarna abu-abu, Arjun. Selama setahun ini, Hanna sedikit banyak sudah hapal kebiasaan pria itu. Dan benar saja, saat Hanna sedang mencari tempat untuk memarkirkan motornya, dia bisa melihat motor Arjun yang baru memasuki halaman parkiran.  Kalau dulu, jika Hanna dan Arjun bertemu diparkiran mereka hanya akan berjalan ke kelas berjauhan, seolah tidak mengenal satu sama lain. Namun kali ini, saat Hanna selesai memakirkan motornya, Arjun lebih dulu memanggilnya. "Han! Barengin." Hanna pun tersenyum kecil sambil menunggu Arjun mendekat agar bisa ke kelas bersama. "Btw rumah lo dimana Han?" Tanya Arjun. "Di komplek permata Ar." "Lah serius? Si Jovan juga tin...

AU1

Hanna memasuki kelas barunya yang tertera plang XII MIPA 1. Kelas yang anak-anak lain bilang merupakan kelas unggulan karena ditempati oleh siswa yang memiliki nilai akademi dan non-akademik yang bagus serta tempat sekumpulan siswa yang sering orang bilang 'ambis'.  Hanna sendiri termasuk siswi rata-rata, tidak terlalu pintar dan tidak juga bodoh. Dia bisa masuk kelas MIPA 1 karena beruntung di kelas 10 sempat masuk ranking atas. Tidak ada yang berbeda saat memasuki kelas baru ini, semua murid sudah saling kenal karena merupakan teman yang sama seperti di kelas 11.   Suasana kelas sudah ramai dan hampir semua bangku telah ditempati oleh setiap siswa. Yang tersisa hanyalah bangku di deretan paling pojok kiri, baris ke dua. Hanna mendekat ke meja tersebut dan menaruh tas nya. Sejujurnya, dari tadi Hanna telah menjerit girang dalam hati. Jantungnya berdebar saat mengetahui orang yang duduk dibangku belakangnya merupakan Arjun dan teman baiknya Gio.  Sudah setahun...

Belajar ke Kampung inggris pare? Persiapkan ini sebelum kesana!

Kampung inggris pare adalah wilayah di daerah Kediri yang menjadi tempat oleh banyak orang untuk belajar bahasa inggris, setiap orang datang dari berbagai daerah lain di Indoneia dengan target, tujuan, dan waktu belajar yang berbeda. Bagi kamu yang juga mau atau akan segera kesana ada baiknya persiapkan hal-hal penting dibawah ini agar uang dan waktu yang sudah kalian korbankan bisa lebih dioptimalkan.